Copenhagen Accord

Beberapa poin  hasil pertemuan COP-15 pada tanggal 19 Desember 2009 yang terangkum dalam  Copenhagen Accord (terjemahan bebas)

  1. Perubahan iklim merupakan tantangan terbesar saat ini sehingga diperlukan adanya kemauan politik yang kuat dalam menangani perubahan iklim berdasarkan prinsip kekinian dengan mempertimbangkan perbedaan tanggung jawab dan kemampuan. Guna mencapai tujuan konvensi dalam stabilisasi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer maka peningkatan temperatur global harus di bawah 2 (dua) derajat celcius berdasarkan asas kesamaan dan konteks pembangunan berkelanjutan.
  2. Perlu diambil tindakan dalam pengurangan emisi global guna mencapai tujuan yang dimaksud, termasuk dalam bentuk kerjasama dimana frame waktu akan lebih panjang untuk negara berkembang dikarenakan prioritas utama masih dalam bidang sosial dan ekonomi.
  3. Adaptasi terhadap efek kerusakan akibat perubahan iklim dan dampak potensial terukur merupakan tantangan yang dihadapi oleh semua negara. Oleh karena itu perlu dikembangkan kerjasama internasional guna memastikan pelaksanaan konvesi dan memberikan dukungan dalam mengurangi kerentanan dan membangun ketahanan di negara berkembang.  Disepakati bahwa negara maju perlu menyediakan sumber pembiayaan, teknologi dan pengembangan kapasitas yang memadai, terprediksi dan berkelanjutan.
  4. Negara yang tergabung dalam Annex I berkomitmen untuk melaksanakan perhitungan ekonomi terhadap target emisi tahun 2020 baik secara individu maupun kerjasama dan hasilnya akan diserahkan dalam format appendix I kepada sekretariat pada tanggal 31 januari 2010 untuk dikompilasi dengan dokumen INF. Pengurangan dan pembiayaan oleh negara maju akan diukur, dilaporkan dan diverifikasi berdasarkan panduan yang diadopsi dari conference of parties, dan akan memastikan bahwa target dan pembiayaan telah dilakukan secara ketat, memiliki kekuatan dan transparan.
  5. Negara non-Annex I akan melaksanakan tindakan mitigasi termasuk yang di submit ke sekretariat dalam format Appendix II pada tanggal 31 januari 2010 guna di kompilasi dalam dokumen INF dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Tindakan mitigasi yang dilakukan oleh negara non-Annex I, termasuk laporan inventori nasional, harus dikomunikasikan melalui komite nasional berdasarkan artikel 12.1 (b) setiap 2 (dua) tahun berdasarkan panduan yang diadopsi dari conference of parties. Hasil dari tindakan mitigasi pada komite nasional dan hasil lainnya yang telah dikomunikasikan kepada sekretariat akan dimasukkan dalam appendix II. Tindakan mitigasi yang diambil negara non-Annex I akan dijadikan subjek dalam pengukuran, pelaporan dan verifikasi hasil yang kemudian dilaporkan kepada komite nasional tiap 2 tahun. Negara non-Annex I akan mengkomunikasikan informasi pelaksanaan tindakan yang diambil melalui komite nasional. Tindakan mitigasi  nasional yang sesuai guna mendapatkan dukungan internasional akan dicatat dalam pendaftaran guna memperoleh dukungan teknologi, finansial dan pengembangan kapasitas yang sesuai. Hal ini kemudian akan ditambahkan kedalam daftar appendix II.
  6. Beberapa hal yang juga dipertimbangkan seperti adanya peranan penting dalam mengurangi emisi melalui deforestisasi dan degradasi hutan, adanya kebutuhan dalam upaya peningkatan removal gas rumah kaca dari hutan dan perlunya penyediaan insentif untuk tiap aksi melalui mekanisme pengembangan secara bertahap termasuk REDD-plus, guna memungkinkan mobilisasi sumber finasial dari negara maju.
  7. Beberapa pendekatan yang dipertimbangkan mencakup penggunaan pasar, peningkatan asas biaya-manfaat, dan promosi aksi mitigasi. Negara berkembang, dengan low emitting economies harus menyediakan insentif guna melanjutkan pengembangan low emission pathway
  8. Perlu adanya peningkatan, pembaruan dan penambahan dana yang memadai bagi negara berkembang guna memungkinkan dan mendukung perluasan aksi mitigasi, termasuk didalamnya pembiayaan dalam pengurangan emisi dari deforestisasi dan degradasi hutan (REDD-plus), adaptasi, pengembangan dan transfer teknologi serta peningkatan kapasitas, guna peningkatan pelaksanaan konvensi. Komitmen bersama antar negara maju adalah menyediakan 30 triliun USD dalam periode 2010-2012 dengan menyeimbangkan antara mitigasi dan adaptasi. Dana tersebut akan diprioritaskan pada negara berkembang, kepulauan kecil di negara-negara dan afrika. Negara maju juga berkomitmen dalam menggerakkan dana sebesar 100 triliun USD pada 2020 yang ditujukan kepada negara berkembang. Pendanaan ini datang dari berbagai sumber, publik dan swasta, bilateral dan multilateral, termasuk sumber pembiayaan alternatif.
  9. HighLevel Panel akan dibentuk berdasar pada panduan conference of the parties guna mempelajari kontribusi sumber pendapatan potensial termasuk sumber pembiayaan alternatif.
  10. Copenhagen Green Climate Fund perlu dibentuk sebagai entitas operasi dari mekanisme pembiayaan guna mendukung proyek, program, kebijakan dan aktivitas lainnya dari  negara berkembang terkait pada mitigasi termasuk REDD-plus, adaptasi, peningkatan kapasitas, pengembangan teknologi dan transfer.
  11. Guna meningkatkan pengembangan dan transfer teknologi, dibuatlah mekanisme teknologi untuk mempercepat perkembangan dan transfer teknologi dalam mendukung aksi mitigasi dan adaptasi yang akan dipandu berdasarkan pendekatan country-driven dan berdasarkan prioritas nasional
  12. Perlu pengkajian dalam pelaksanaan Copenhagen Accord yang harus selesai pada 2015, termasuk penerangan mengenai tujuan akhir konvensi. Hal ini meliputi pertimbangan guna memperkuat tujuan jangka panjang dengan mengacu pada berbagai masalah termasuk dalam hubungannya dengan peningkatan 1,5 derajat celcius.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s