METODE AMDAL -OVERLAY-

Tehnik overlay merupakan pendekatan yang sering dan baik digunakan dalam perencanaan tata guna lahan / landscape. Teknik ini dibentuk melalui pengunaan secara secara tumpang tindih (seri) suatu peta yang masing-masing mewakili faktor penting lingkungan atau lahan. Pendekatan tehnik overlay efektif digunakan untuk seleksi dan identifikasi dari berbagai jenis dampak yang muncul. Kekurangan dari tehnik ini adalah ketidakmampuan dalam kuantifikasi serta identifikasi dampak (relasi) pada tingkat sekunder dan tersier. Perkembangan teknik overlay saat ini mengarah pada teknik komputerisasi. (Canter,1977)

Shopley dan Fuggle (1984) termasuk Mcharg (1969) berjasa dalam pengembangan peta overlay. Overlay dibentuk oleh satu set peta transparan yang masing-masing mempresentasikan distribusi spasial suatu karakteristik lingkungan (contoh : kepekaan erosi). Informasi untuk variabel acak harus dikumpulkan terlebih dahulu sebagai standar unit geografis di dalam suatu area studi, dan dicatat pada satu rangkaian peta (satu untuk masing-masing variabel). Peta ini kemudian di overlay untuk menghasilkan suatu peta gabungan (lihat gambar). Hasil peta gabungan memperlihatkan karakter fisik area, sosial, ekologis, tata guna lahan dan karakteristik lain yang relevan dan berkaitan dengan tujuan pengembangan lokasi yang diusulkan. Untuk menyelidiki derajat/tingkatan dari dampak, alternatif proyek yang lain dapat ditempatkan pada peta akhir.

Validitas dari analisa tergantung pada jenis dan jumlah parameter yang dipilih. Untuk suatu peta gabungan yang layak, jumlah parameter di dalam suatu overlay transparan dibatasi sekitar sepuluh. Sedikitnya terdapat dua cara dari metode ini yang di digunakan dalam penilaian dampak. Yang pertama adalah menggunakan peta sebelum dan sesudah proyek untuk menilai secara visual perubahan yang terjadi pada tata guna lahan. Cara yang lain adalah dengan mengkombinasikan pemetaan yang disertai suatu analisa sensitivitas area atau daya dukung ekologis. Pada penggunaan yang terakhir, batasan pengembangan diatur berdasarkan batas dasar dari lokasi yang merupakan area sensitif serta penilaian daya dukung. Metoda memiliki orientasi spasial dan mampu untuk mengkomunikasikan aspek spasial dari suatu dampak komulatif. Pembatasan tersebut berhubungan dengan: 1) ketiadaan penjelasan jalur munculnya dampak; dan 2) ketiadaan kemampuan memprediksi berkenaan dengan efek terhadap populasi.

Metoda overlay membagi area studi ke dalam unit geografis berdasar pada keseragaman titik-titik grid dalam ruang, bentuk topografis atau perbedaan penggunaan lahan. Survai lapangan, peta inventori topografi lahan, pemotretan udara dan lain-lain, digunakan untuk merangkai informasi yang dihubungkan dengan faktor lingkungan dan manusia di dalam unit yang geografis tersebut. Melalui penggunaan teknik overlay, berbagai kemungkinan penggunaan lahan dan kelayakan teknik dapat ditentukan secara visual. (Mcharg, 1968). Skala peta dapat divariasikan mulai dari skala besar (untuk perencanaan regional) sampai skala kecil untuk identifikasi yang bersifat spesifik. Overlay juga digunakan pada pemilihan rute untuk proyek bidang datar (dua dimensi) seperti jalan dan jalur transmisi. Pada tahap awal dilakukan screening dari berbagai alternati rute (pengurangan beberapa rute) untuk mengurangi beban kebutuhan detail analisis.Mcharg (1968) memperkenalkan teknik ini dengan orientasi spesifik kearah pembangunan jalan raya. Metoda yang digunakan terdiri dari transparansi karakteristik lingkungan yang dipresentasikan ke dalam peta dasar regional. Dibuat sekitar 11-16 peta yang menggambarkan karakteristik dari lingkungan dan tata guna lahan. Peta tersebut mempresentasikan tiga tingkatan dari karakteristik lingkungan dan tata guna lahan berdasar pada “kecocokan dengan pembangunan jalan raya”. Pendekatan ini bermanfaat  untuk menyaring alternatif lokasi proyek atau rute sebelum penyelesaian analisa dampak yang lebih terperinci. Metoda ini juga telah digunakan untuk mengevaluasi pilihan pengembangan dalam kawasan pantai, rute saluran dan jalur transmisi. (EIA for Developing Countries).

Overlay merupakan suatu sistem informasi dalam bentuk grafis yang dibentuk dari penggabungan berbagai peta individu (memiliki informasi/database yang spesifik). Agregat dari kumpulan peta individu ini, atau yang biasa disebut peta komposit, mampu memberikan informasi yang lbih luas dan bervariasi. Masing-masing peta tranparansi memberikan informasi tentang komponen lingkungan dan sosial. Peta komposit yang terbentuk akan memberikan gambaran tentang konflik antara proyek dan fakto lingkungan. Metode ini tidak menjamin akan mengakomodir semua dampak potensial, tetapi dapat memberikan damapak potensial pada spasial tertentu. Sebagai contoh, peta suatu reservoir dalam poyek DAM akan memperlihatkan potensi terhadap terjadinya banjir, yang kemudian dapat di-overlay dengan peta habitat binatang, aktivitas manusia dan sebagainya. (EIA : What are the available methods)

Sumber :

Canter.,1977,Environmental Impact Analysis

EIA for Developing Countries (Methodology of EIA)

http://www.icsu-scope.org/downloadpubs/scope5/chapter04.html (EIA : What are the available methods)

Penulis

Tugas 3 mata kuliah AMDAL – TML/TL ITB

Adolf Leopold Sihombing (25305013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s