PROSES KERJA REAKTOR NUKLIR

Reaktor nuklir tergantung pada reaksi yang terjadi antara neutron dengan inti atom dari bahan bakar. Uranium sebagai bahan bakar yang biasa digunakan untuk reaktor mengandung inti dengan isotop yaitu 238U dan 235U yang memiliki proporsi sebesar 99,3% dan 0,7%. Selama reaksi fisi, atom 235U terbagi menjadi isotop dari berbagai elemen disertai dengan lepasnya neutron berenergi tinggi, beberapa radiasi sinar gamma dan panas, yang nantinya dipakai oleh pendingin dan digunakan untuk menghasilkan listrik melalui kerja turbin uap. Beberapa produk reaksi fisi mengabsorbsi neutron secara efisien yang mendorong terjadinya rantai reaksi sehingga kebutuhan bahan bakar akan disubstitusikan sebelum habis terpakai. Bahan bakar nuklir bekas memiliki tingkat radioaktif tinggi dan memerlukan penanganan dengan pengukungan untuk melindungi manusia terhadap paparan yang berlebihan (Cooper, 2003).

Pada reaksi fisi, neutron diabsorbsi oleh inti 235U yang kemudian pecah menjadi dua fragmen disebut hasil belahan. Neutron, sejumlah 2-3, dilepaskan bersamaan 200 MeV energi per reaksi fisi. Neutron-neutron ini disebut neutron cepat yang mampu bergerak bebas tanpa dirintangi oleh atom-atom uranium. Agar mudah ditangkap oleh inti atom uranium guna menghasilkan reaksi pembelahan, kecepatan neutron ini harus diperlambat. Zat yang dapat memperlambat kecepatan neutron ini disebut moderator. Energi tersebut kemudian didistribusikan menjadi 170 MeV energi kinetik hasil belahan, 5 MeV energi kinetik neutron dan 25 MeV sebagai sinar gamma, partikel beta dan antineutrinos. Energi yang dilepaskan selama reaksi fisi 235U sekitar jutaan kali lebih besar dari massa yang sama pada pembakaran batu bara. Neutron yang dilepaskan pada reaksi fisi dapat memicu reaksi fisi berikutnya sehingga muncul rantai reaksi (Cooper, 2003).

Panas yang dihasilkan dari reaksi pembelahan, oleh air yang bertekanan 160 atmosfir dan suhu 300oC secara terus menerus dipompakan ke dalam reaktor melalui saluran pendingin reaktor. Air bersirkulasi dalam saluran pendingin ini tidak hanya berfungsi sebagai pendingin saja tetapi juga bertindak sebagai moderator, yaitu sebagai medium yang dapat memperlambat neutron (B,xxxx)

Referensi :

Cooper. J.R., (2003), Radioactive Release in The Environment: Impact and Assessment, John Wiley and Sons, Ltd

B, (xxxx), Pengenalan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Pusat Diseminasi IPTEK Nuklir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s