Pengolahan Limbah Radioaktif dengan PLASMA TERMAL

Teknologi plasma adalah metode penghasil panas yang digunakan untuk memecah/menghancurkan material limbah. Fraksi hidrokarbon dalam limbah akan dipecah menjadi karbonmonooksida, hidrogen, karbondioksida dan/atau air tergantung kondisi operasi. Limbah logam tetap berada dibawah yang nantinya berpotensi sebagai sisa/bekas logam yang akan di daur ulang. Fraksi anorganik pada limbah akan membentuk lapisan di atas lapisan logam. Jenis limbah yang dapat diolah dengan menggunakan teknologi plasma, yaitu tanah terkontaminasi debu batubara, limbah organik padat dan cair yang mengandung unsur asbestos, limbah organik medis terklorinasi, limbah radioaktif dan lainnya.

Plasma termal telah diaplikasikan pada proses industri di berbagai tempat. Plasma termal adalah gas terionisasi pada suhu tinggi (diatas 10.000 oC) bila dibandingkan dengan suhu yang ditemukan di pembakaran atau yang menggunakan pemanasan elektrik. Plasma termal dibuat dengan menggunakan electric arc, yang diletakkan di antara dua elektroda logam di dalam sebuah alat yang disebut plasma torch. Bila sebuah gas, seperti udara, uap dan lainnya, diinjeksikan ke dalam, molekul / atom gas tersebut akan bertubrukan dengan elektron pada electric arc (elektron terbentuk pada satu elektroda dan diakselerasi dan dikumpulkan pada elektroda yang satunya). Proses ini akan menyebabkan ionisasi gas, menghasilkan sebuah jet plasma yang mencapai suhu tinggi yang disebutkan sebelumnya (Anonim, 1996).

Unit teknologi plasma terdiri dari beberapa unit produksi yaitu tempat masuknya limbah, ruang proses, sistem penanganan dan pemisahan sisa padatan, sistem pengelolaan gas, kontrol operasional dan pemantauan. Bagian ini sama untuk semua jenis proses industri atau jenis limbah. Efisiensi penghancuran dan pemisahan dari teknologi plasma ini mencapai 99,99%. Plasma termal memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan seperti yang terdapat pada tabel 3 berikut.

Tabel 3. Keuntungan dan Kekurangan Teknologi Plasma Termal

Keuntungan

Kekurangan

Efisiensi energi yang lebih tinggi, yaitu sekitar 80% dari 20% yang biasanya didapat pada proses pembakaran biasa pada pengolahan denga temperature tinggi,volatile gas (halogen) akan ikut terbawa bersama uap udara
Kemungkinan untuk me-recovery senyawa organik yang mencemari tanah grafit elektroda yang digunakan untuk memproduksi arc dan lining treatment chamber akan terdegradasi selama siklus pelelehan limbah
Tidak menghasilkan gas buangan
Tanah yang telah terolah memiliki kandungan hidrokarbon kurang dari 0.01 % berat diperlukan perawatan unit komponen untuk menghindari penyebaran kontaminasi dari unit tersebut
Operasi yang berjalan secara kontinu

Sumber : Anonim, 1996

Referensi :

The Plasma Technology Subgroup Interstate Technology and Regulatory Cooparation Work Group : A Regulatory Overview of Plasma Technology Report, 1996

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s