GAMBARAN UMUM PLTN

Pengertian limbah radioaktif berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.27 Tahun 2002 tentang pengelolaan limbah radioaktif adalah zat radioaktif dan atau bahan serta peralatan yang telah terkena zat radioaktif atau menjadi radioaktif karena pengoperasian alat instalasi nuklir atau instalasi yang memanfaatkan radiasi pengion yang tidak dapat digunakan lagi.

Pembangkit energi tenaga nuklir merupakan sumber energi alternatif yang penting dan memberikan kontribusi sebesar 17% dari kebutuhan listrik dunia. Proporsi listrik yang dihasilkan untuk beberapa negara seperti yang terlihat pada tabel 1 berikut (Cooper, 2003)

Tabel 1. Proporsi Total Listrik PLTN

Negara

Reaktor yang beroperasi

Proporsi total listrik (%)

Jumlah Unit

MW (e)

Canada

14

9998

11.8

France

59

63073

76.4

Germany

19

21122

30.6

Japan

53

43491

33.8

Rusia

29

19843

14.9

Republic of Korea

16

12990

40.7

Ukraine

13

11207

47.3

UK

35

12968

21.9

USA

104

97411

19.8

Lainnya

96

59224

Sumber : Cooper (2003)

Dalam pembangkit listrik konvensional (PLK), air diuapkan dalam suatu ketel melalui pembakaran bahan bakar fosil (minyak, batubara dan gas). Uap yang dihasilkan dialirkan ke turbin uap yang akan bergerak apabila ada tekanan uap. Perputaran turbin selanjutnya digunakan untuk menggerakkan generator, sehingga akan dihasilkan tenaga listrik. PLTN beroperasi dengan prinsip yang sama seperti PLK, hanya panas yang digunakan untuk menghasilkan uap tidak dihasilkan dari pembakaran bahan fosil, tetapi dihasilkan dari reaksi pembelahan inti bahan fisil (uranium) dalam suatu reaktor nuklir. Sebagai pemindah panas biasa digunakan air yang disirkulasikan secara terus menerus selama PLTN beroperasi (B,xxxx)

Jenis reaktor yang paling sering digunakan adalah Pressurized Water Reactor (PWR) yang menggunakan air ringan, dibawah tekanan untuk mencegah pemanasan yang berlebihan, membawa panas dari reaktor menuju perubah panas. Sirkuit sekunder dari air dipanaskan pada perubah panas untuk menghasilkan uap yang akan menggerakkan turbin dan menhasilkan listrik. Upa kemudian di kondensasi dan dikembalikan ke perubah panas. Air pendingin juga berfungsi sebagai moderator. Boiling water reactor (BWR) juga menggunakan air ringan sebagai pendingin dan moderator. Air pendingin juga dipanaskan sehingga uap yang dihasilkan menghasilkan energi untuk menggerakkan turbin dan mengahsilkan listrik. Uap yang didinginkan dan air dikembalikan ke dalam unit reaktor sebagai pendingin (Cooper, 2003)

Referensi :

Cooper. J.R., (2003), Radioactive Release in The Environment: Impact and Assessment, John Wiley and Sons, Ltd

B, (xxxx), Pengenalan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Pusat Diseminasi IPTEK Nuklir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s