Polutan Pencemar Udara

Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya. Kehadiran bahan atau zat asing di dalam udara dalam jumlah tertentu serta berada di udara dalam jangka waktu yang lama menyebabkan kenyamanan hidup terganggu dengan kata lain udara normal telah tercemar (Riyadi, 1982).

Kualitas udara sangat ditentukan oleh jumlah dan kuantitas bahan atau zat pencemar di dalam udara yang kita kenal dengan baku mutu. Parameter yang sering terdapat dalam baku mutu udara baik ambien maupun emisi adalah pencemar konservatif yang umum keberadaannya di udara seperti CO, NOx, SOx, Pb, HC dan particulate. Selain itu terdapat pula parameter lain yang lebih spesifik berdasarkan aktivitas kegiatan yang dilakukan, seperti HCN pada industri elektroplating, CH4 pada landfill dan lain sebagainya. Nilai pada baku mutu ditetapkan berdasarkan beberapa pertimbangan antara lain :

  1. resiko kesehatan pada manusia
  2. karakteriktik dari polutan (mudah terbakar, mudah meledak, beracun, infeksi, reaktif etc)
  3. dampak terhadap material (ozon terhadap tanaman, hujan asam terhadap kerusakan infrastruktur)

Tetapi terdapat pula polutan yang tidak ditolerir keberadaannya dalam suatu lingkungan. Hal tersebut dipengaruhi oleh :

1. kondisi / peruntukan

pada bagian ini lebih dibedakan antara jenis kegiatan, indoor/ambien dan peruntukan wilayah. Sebagai contoh, senyawa asam sianida dalam industri elektroplating ditenggang keberadaannya sampai jumlah tertentu tetapi tidak pada indoor air quality tempat kerja.

2. sifat

sifat suatu zat atau unsur ikut menentukan keberadaan dalam tubuh manusia. Keberadaannya di alam dalam jumlah tertentu mungkin tidak dianggap berbahaya, akan tetapi bila dikaitkan dengan paparan pada mahluk hidup khususnya manusia, maka zat atau unsur tersebut tidak lagi memiliki nilai toleransi. Sebagai contoh :  mercury, methanol (pertimbangan Kow / kecenderungan untuk diabsorbsi oleh tubuh manusia)

3. efek yang timbulkan

beberapa jenis efek yang diberikan oleh zat atau unsur pencemar, yaitu : carcinogenic, chronic, acute systemic, acute iritant. Sebagai contoh hexane (salah satu Hazardous Air Pollutants) memberikan efek kronis dengan nilai ambang 1,1 mg/m3 tetapi dikarenakan zat tersebut tidak menimbulkan kanker dan sifat akut, maka unsur tersebut tidak diatur dalam baku mutu. Begiatu pula dengan senyawa yang bersifat akut, karena memberikan efek dalam jangka waktu yang pendek maka senyawa tersebut tidak diatur dalam baku mutu untuk paparan jangka panjang.

Sumber :
Lawrence B Gratt : Air Toxic Risk Assessment and Management
Environmental Health and Safety, 08 Oktober 2006, http://www.ehs.umass.edu
EPA, Original List of Hazardous Air Pollutant, http://www.epa.gov

Adolf Leopold Sihombing
E-mail: leopoldsihombing@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s